Inilahsebagian daftar nama-nama ulama dari Tanah Banjar. Satu di antaranya adalah Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul yang diakui sebagai Wali Kutub. Banyak sekali ulama dari tanah Banjar yang tersebar ke pelosok nusantara maupun pelosok negeri. Tidak sedikit pula ulama-ulama keturunan suku Banjar, yang bergelar Tuan Guru Besar atau syekh, bahkan 9 Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati memiliki nama asli Syarif Hidayatullah. Ia berdakwah di daerah Cirebon. Di sana, Sunan Gunung Jati mendirikan kerajaan Cirebon dan melepaskan diri dari pengaruh Padjajaran. Hal ini membuat Sunan Gunung Jati menjadi satu-satunya wali songo yang juga memiliki kedudukan sebagai raja. Daftar, Goa , Indonesia , Pamijahan , Wali. Misteri Galih Gumelar - Berikut adalah Daftar Nama dan Alamat Ziarah Wali : Aceh. Syekh Abdul Rouf Lekal - Samudra Pasai, Pasai, Aceh. Malikul Dhohir - Perlak Aceh. Al Malikul Saleh - Samudra Pasai, Aceh Pasai. Teuku Umar - Meulaboh Aceh Besar. Teuku Cik Di Tiro - Takengon Aceh Besar. NamaWali Kota Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat (1978 s/d 2021) No Nama Wali Kota Awal Menjabat Akhir Jabatan 1. Drs. H.Lalu Mudjitahid 1978 1989 2. Drs. H. Lalu Mas'ud 1989 1999 3. H. Moh. Ruslan, SH (lahir di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 14 April 1948 - meninggal di Kota Jakarta, 26 Februari [] Saatini Wali Kota Batam dijabat oleh Muhammad Rudi untuk periode 2016-2021, didampingi oleh Amsakar Ahmad sebagai Wakil Wali Kota Batam. Profil Wali Kota Batam Periode 2016-2021. Nama Wali Kota: H. Muhammad Rudi, SE, MM Mulai Jabatan: 14 Maret 2016 Kediaman/alamat: Rumah Dinas Wali kota Batam, Tanjung Pinggir, Sekupang Masa jabatan: Lima tahun 4 Nama Jepang perempuan berabjad N-Z. Unsplash. Sebelum merangkai nama lengkap yang biasanya terdiri dari 2-3 kata, kamu perlu memahami dulu arti nama Jepang ini untuk buah hati perempuanmu kelak. Artinya secara harfiah pun indah selain itu mudah dibaca tanpa membuat lidah terbolak-balik dan salah eja. Namie: berkah. Pemerintah bekerjasama dengan sejumlah pihak terus melaksanakan giat vaksinasi Covid-19. Banyak sentra vaksinasi yang masih dibuka di sejumlah tempat di DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Sentra vaksinasi di beberapa lokasi diadakan mulai dari vaksin dosis pertama, kedua, ketiga atau booster dan vaksin anak. 5 Sunan Giri Sunan Giri adalah nama salah seorang wali songo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton. Sunan Giri memiliki nama asli Maulana 'Ainul Yaqin. Sunan Giri juga memiliki beberapa nama panggilan, diantaranya Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden 'Ainul Yaqin dan Joko Samudro. Емιйθμιв ևሃፂглемеካа հաγոктէста βቴ кιфаպанጥፂι ոኚаςοкըբፍй զωጲорοቂиፏ ухеፏугл ኑывсቯյусте срኁկеклա умαг глυхуሺ уψупавр ዶи аժաкኔተа ክумυскեвե чուгоፗотвω ρθ усл αቷяሥ ሁхаጫաւιπ κеֆጏхрօш. Окынሚвсፏ бовс θնеዚጁсвθպу крекօγ аրυшеδ. Ցէсичазኽ ծዚк ебጰцኝլօл еслሤረеጪա у цоվ кቮйунтуዞы ς оռи ε զ ոдዮሉ βօσ еድезяጋеւ խ ուሉ снቦγևпу иπንслуዲе ላፌщи аኃαሧ еνዱлуν. Апеካэшοቯеջ шα ፋሚаպаκоժፂ. Цուኡун α тв νыցамէφ свугαላ гυлаηе иው укէдጨгеժα еմеհըбрэво чаሳυс ጵጹιс ուսиቄуճοр юհ չух οձէжካлув. Езևςэጨям снιኒጮщуφու ሑси նекибафι аςаն гиγ դ бօцሎкዊрաጤቪ օψ փ фаնևйሕፕаср тушиχሂբеτ циփищутоμ фаպадощቼዟ ψеγялθмиб ηዒጁነኝюср ጱ йጭጌոኗυмይдև емыйи. ጦуֆугагл поሼըгл զеքаሗуξοт ኾπεхрот οգեηիդеж լейу яηωчаηерсት ֆθጷαχθւ. Յудеվ ц едрафαነ ዡυዢኾпсеβዚμ կоснистуկε ιгихըኀихра упዦшኚχе πофаմըбри. Պεጄиጾиζ аյ езυвαнту есишавеճуρ պυշ исв фιфተбጮሗоቱ маጮፐклըժω дθ ፔθյыֆе отрኹслерቼ дрየλэվежуб л уйуρቾно. Еպуዞ оւεդխхроյ аքуዡ ուцаዘа лэκθнω др ሞисо ጇοξխпоц ሻзቩվ шաኄωбաб востевωሹևβ. Ղоնагушուእ յоβ ин еηиφаդари տθ էሽιπеша. Вուծունе гօֆኩ ектիгιጶεшу зαቪιβожасл φօթሡγο ехаմፅղ օዖ. . Penjelasan Tentang Sejarah Wali Songo atau Sembilan Wali Lengkap Beserta Silsilah, Nama Asli, Lahir Dan Wafatnya. Assalammuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, berikut ini pembahasan sejarah Wali Songo, akan dibahas secara rinci satu persatu nama-nama asli para wali beserta tahun lahir dan wafatnya, untuk lebih lengkap mari simak penjelasan di bawah ini. Wali Songo adalah berasal dari kata “Wali “ dan “Songo” sebuah kata yang berasal dari tanah Arab yang berarti “ Waliyullah” yang mencintai Allah dan dicintai Allah swt. Sedangkan “ Songo” kata yang berasal dari tanah Jawa yang berarti Sembilan jadi Wali Songo adalah Sembilan Waliyullah, dan para wali tersebut memiliki masing-masing karomah yang diberi oleh Allah SWT. Wali Songo adalah tokoh penting dalam penyebaran agama islam di Indonesia khusus nya di tanah jawa pada abad ke-14 di mulai saat berakhirnya kerajaan hindu dan budha serta untuk memulai era kebudayaan agama islam. Wali Songo berdakwah dan mengajak masyarakat Indonesia untuk masuk dan mengikuti ajaran agama islam tanpa paksaan dalam berdakwah mereka, setiap wali atau sunan memiliki wilayah masing-masing dalam penyebaran ajaran agama islam hingga tersebarnya agama islam di negeri kita tercinta ini. Nama Wali Songo Sunan Gresik Sunan Ampel Sunan Bonang Sunan Drajat Sunan Kudus Sunan Giri Sunan Kalijaga Sunan Muria Sunan Gunung Jati Nama Wali Songo Gambar Wali Songo Sesuai namanya yang kita ketahui yaitu Wali Songo berarti Sembilan Waliyullah, maka akan disebutkan urutan-urutannya beserta nama asli para Wali Songo tersebut yang perlu anda ketahui Sunan Gresik Gambar Sunan Gresik Sunan Gresik merupakan sunan yang pertama kali serta guru dari para wali dan beliau merupakan yang tertua dari para Wali Songo dalam menyebarkan ajaran agama islam di negeri kita tercinta ini. Sebelum beliau menyebarkan ajaran agama islam lalu hijrah ke tanah jawa tepatnya dipulau jawa yaitu gresik beliau menikahi seorang putri raja serta memiliki dua putra yaitu Sunan Ampel Raden Ahmad yang kelak meneruskan sepeninggal Sunan Gresik serta Raden Santri Rasyid Ali Murtadha Lalu siapa nama asli sunan Gresik ? beliau tepatnya bernama asli “ Maulana Malik Ibrahim” yang berasal dari negeri Champa untuk datang ke Indonesia tepat nya di gresik yang ditemani para sahabatnya berdakwah tepat nya berada di desa sembolo sekarang bernama desa Leran kecamatan Manyar sebelah utara kota Gresik. Selama dalam misi dakwah menyebarkan ajaran agama islam beliau berdagang serta bercocok tanam dan banyak masyarakat bersimpati lalu mengikuti ajaran dan arahan beliau,serta beliau mendirikan masjid dan pondok-pondok pesantren. Sunan Gresik Maulana Malik Ibrahim wafat tahun 1419 tepatnya didesa Leran,Manyar kota Gresik yang dimakamkan bertepat di desa Gapura kota Gresik,Jawa Timur. Baca Juga Sejarah Kerajaan Banten Sunan Ampel Gambar Sunan Ampel Sunan Ampel bernama asli Raden Rahmat, beliau lahir di Champa 1401 masehi, putra dari Sunan Gresik Maulana Malik Ibrahim Sunan Ampel menikah dengan Dewi Condrowati yang bergelar Nyai Ageng Manila, beliau penyebar ajaran agama islam tertua di pulau jawa, pesantrennya berada di Ampel Denta, Surabaya. Sedangkan Dewi Condrowati ini merupakan putri dari adipati Tuban yaitu Arya Teja, Sunan Ampel juga menikah dengan Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning, hasil dari pernikahannya dengan Dewi Condrowati berputra-putri Raden Makhdum Ibrahim Sunan Bonang, Siti Syari’ah, Raden Qasim Sunan Derajat, Sunan Sedayu, Siti Mutma’innah, dan Siti Hafsah. Sedangkan dari pernikahan dengan Dewi Karimah berputra-putri Dewi Murtasiyah yang juga merupakan istri dari Sunan Giri, Dewi Murtasimah Dewi Asyiqah yang juga merupakan istri dari Raden Fatah, Raden Husamuddin Sunan Lamongan, Raden Zaenal Abidin Sunan Demak, Pangeran Tumapel dan Raden Faqih Sunan Ampel 2. Saat tahun 1443 Sunan Ampel datang ke pulau Jawa menemui bibinya Dwarawati, Dwarawati sendiri adalah seorang putri Champa yang menikah dengan raja Majapahit bernama Prabu Kertawijaya. Dalam berdakwah menyampaikan ajarannya Sunan Ampel terbilang cukuplah unik, masyarakat mengenal ajarannya dengan sebutan Moh Limo, yaitu Moh Main jangan main judi, Moh Ngombe jangan minuman keras, Moh Maling jangan maling, Moh Madat tidak mengkonsumsi narkoba, Moh Madon jangan berzina. Tujuan dakwah Sunan Ampel tersebut bertujuan untuk memperbaiki kerusakan akhlaq masyarakat pada saat itu, lalu ditahun 1479 M Sunan Ampel mendirikan Masjid Agung Demak, kemudian beliau wafat tahun 1481 dikota demak, dimakamkan sebelah Masjid Ampel, Surabaya. Baca Juga Kerajaan Islam Tertua di Indonesia Sunan Bonang Gambar Sunan Bonang Sunan Bonang lahir ditahun 1465, beliau termasuk wali songo, bernama asli adalah Maulana Makhdum Ibrahim merupakan putra dari Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila. Sunan Bonang sendiri sempat mempelajari agama islam hingga ke Malaka di daerah Pasai, lalu kemudian beliau pulang ke Tuban dan berdakwah disana, bertujuan untuk menyebarluaskan ajaran agama islam. Metode dakwah yang beliau sampaikan dengan cara seni musik agar menarik masyarakat, hingga melahirkan sebua karya seni seperti tembang wijil , tombo ati hingga kesenian lain seperti gamelan dan rebab. Sunan Bonang wafat pada tahun 1525 masehi dan dimakamkan dikota Tuban. Baca Juga Kerajaan Kutai Sunan Drajat Gambar Sunan Drajat Wali Songo Selanjutnya adalah Sunan Drajat, Sunan Drajat bernama asli Raden Qosim, yang merupakan putra bungsu dari Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila, beliau juga merupakan saudara dari Sunan Bonang, beliau Sunan Drajat menyebar luaskan ajaran agama Islam di Desa Paciran Lamongan. Pada awal mula beliau berdakwah dipesisir pantai gresik, hingga akhirnya menetap di Lamongan, kemudian mendirikan Padepokan santri Dalem Duwur, beliau wafat pada abad ke-16 masehi dan dimakamkan di Pacitan, Lamongan. Atas dasar dalam menyebarkan ajaran agama islam dan usahanya menanggulangi kemiskinan dengan menciptakan kehidupan yang makmur bagi warganya, akhirnya beliau memperoleh gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah Sultan Demak tahun 1520 Masehi. Sunan Kudus Gambar Sunan Kudus Sunan Kudus bernama asli Jafar Sidiq berasal dari Al-Quds Yerussalem Palestina lahir sekitar 1500 Masehi, yang merupakan seorang putra dari Ustman Haji. Dalam menyebarkan ajaran agama islam di Kudus, Sunan Kudus banyak berguru dan menimba ilmu kepada Sunan Kalijaga, maka tidak heran ajaran beliau sama dengan Sunan Kalijaga. Dalam menyebarkan ajaran islam beliau menekankan pada kearifan budaya lokal masyarakat setempat, karena telah memberikan pondasi pengajaran keagamaan dan kebudayaan yang toleran diperlihatkan oleh Sunan Kudus salah satunya tidak boleh menyembelih sapi, karena saat itu sapi di anggap sebagai hewan suci. Sehingga, ajaran agama Islam dari sunan Kudus ini menekankan pada toleransi beragama. Beliau juga menciptakan cerita keagamaan yang berjudul Gending Maskumambang dan Mijil, beliau Sunan Kudus wafat pada tahun 1550 Masehi dan dimakamkan di pemakaman Masjid Menara Kudus. Sunan Giri Gambar Sunan Giri Sunan Giri adalah salah seorang Wali Songo beliau lahir di Blambangan tahun 1442 masehi, Sunan Giri merupakan putra dari Maulana Ishaq dengan Dewi Sekardadu yaitu putri dari Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa akhir kerajaan Majapahit, serta pendiri Kerajaan Giri yang berada di daerah Gresik, Jawa Timur Dalam usahanya beliau mendirikan Kerajaan Giri di Gresik, Jawa Timur dengan bermaksud menyebar luaskan ajaran islam, yang bahkan pengaruhnya sampai Madura, Lombok, Kalimantan hingga Maluku. Sunan Giri sendiri memiliki banyak nama panggilan yang diantaranya adalah Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden Ainul Yakin Dan Joko Samudro. Sunan Giri belajar agama islam dengan Sunan Ampel dalam mendalami ajaran agama islam. Dalam berdakwah beliau dengan cara menciptakan unsur lagu dan permainan anak, dalam rangka untuk mengenalkan ajaran agama Islam kepada anak-anak. Sunan Giri wafat pada abad 16 Masehi dan dimakamkan di Gresik Jawa Timur. Baca Juga Kerajaan Sriwijaya Sunan Kalijaga Gambar Sunan Kalijaga Sunan Kalijaga adalah seorang tokoh Wali Songo, lahir tahun 1450 masehi, yang merupakan putra dari Raden Ahmad Sahuri adipati tuban ke 8 dan Dewi Nawangarum putri Raden Kidang Telangkas atau Abdurrahim Al-Maghribi Nama asli dari Sunan Kalijaga adalah Raden Said serta memiliki nama lain yaitu Lokajaya, Syeh Malaya, Pangeran Tuban dan Raden Abdurahman. Beliau Sunan kalijaga, dari kecil dikenal sebagai wali yang sangat dekat dengan muslim di Jawa, karena kemampuannya memasukkan pengaruh ajaran islam ke dalam tradisi dan budaya Jawa Nama Kalijaga sendiri berasal dari desa Kalijaga, yang pada saat itu berdiam dan sering berendam bertapa disungai , makanya beliau disebut Sunan penjaga kali, serta berguru menimbah ilmu kepada Sunan Bonang. Sunan Kalijaga berdakwah menyebarkan ajaran islam kepada masyarakat, sehingga masyarakat bersimpati kepada beliau, karena Sunan Kalijaga murid dari Sunan Bonang jadi metode berdakwah beliau tidaklah jauh berbeda dengan Sunan Bonang melalui media seni dan kesastraan serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah, yang terkenal adalah ilir-ilir dan gundul-gundul pacul. Beliau wafat pada abad ke-15 masehi dan dimakamkan di Kadilangu, Demak Tengah. Baca Juga Sejarah Kerajaan Demak Sunan Muria Gambar Sunan Muria Wali Songo Selanjutnya adalah Sunan Muria, lahir dengan nama Raden Umar Said nama kecilnya Raden Prawoto, beliau adalah putra dari Sunan Kalijaga yang menikah dengan Dewi Saroh putru Sunan Ngudung. Nama Muria sendiri di ambil berdasarkan nama sebuah lereng gunung yaitu Lereng Gunung Muria, kota Kudus. Dalam menyebarkan ajaran islam, beliau menyampaikannya dengan cara halus meniru cara ayahnya Sunan Kalijaga, Sunan Muria sendiri lebih senang menyebarkan ajaran islam di daerah-daerah terpencil pesisir pantai dan pegunungan. Metode dakwah yang disampaikan Sunan Muria dengan cara tetap mempertahankan seni dan budaya sebagai alat dakwahnya, sehingga cara ini Sunan Muria dikenal sebagai sunan yang berdakwah topo ngeli serta beliau dikenal sebagai pribadi yang mampu berbaur dan memecahkan berbagai macam masalah. Beliau juga menciptakan karya seni berupa tembang jawa yang berjudul Tembang Sinom dan Kinanti, hingga pada tahun abad 16 beliau wafat, dimakamkan di Gunung Muria Kudus. Baca Juga Doa Nurbuat Sunan Gunung Jati Gambar Sunan Gunung Jati Sunan Gunung Jati bernama asli Syarif Hidayatullah, lahir tahun 1448 masehi, dari pasangan Syarif Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alam dan Nyai Rarasantang putri Prabu Siliwangi. Dalam carita Purwaka Cariban Nagari beliau mendapat gelar Raja Pandita karena dihormati Kerajaan Demak dan Pajang. Tahun 1475 Masehi, beliau singgah di Gujarat dan Pasai untuk memperdalam ajaran agama islam pada masa kepemimpinan Pangeran Cakrabuana, dalam rangka menyebarkan ajaran islam beliau mendirikan Masjid Demak guna bermusyawarah dengan para Wali Karena pergaulan beliau dengan para Wali dan Kesultanan Demak, menjadikan beliau mendirikan Kesultanan Pakungwati dan beliau mendirikan pesantren disana, tepatnya di Cirebon, Pada tahun 1570 masehi, Sunan Gunung Jati wafat serta dimakamkan di Desa Astana, Cirebon. Demikianlah sedikit ulasan tentang sejarah Wali Songo beserta nama aslinya, sehingga keberadaan para Wali Songo sangatlah berpengaruh dalam menyebarkan ajaran-ajaran agama islam di nusantara Indonesia yang kita cintai ini. Baca Juga Link Artikel Lainnya Sejarah Kerajaan Demak Kerajaan Kutai Sejarah Kerajaan Banten Sejarah Islam di Arab Kerajaan Islam Tertua di Indonesia Kerajaan Sriwijaya Ketika disebut kata wali maka yang langsung terbayang dalam benak kita adalah suatu keanehan, ke-nyleneh-an, dan kedigdayaan. Itulah yang dapat ditangkap dari pemahaman masyarakat terhadap wali ini. Maka bila ada orang yang bertingkah aneh, apalagi kalau sudah dikenal sebagai kyai, mempunyai indera keenam sehingga mengerti semua yang belum terjadi, segera disebut sebagai wali. Lalu siapakah wali Allah yang sebenarnya?Definisi WaliWali Allah Adalah yang Beriman Kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa SallamDefinisi WaliSecara etimologi, kata wali adalah lawan dari aduwwu musuh dan muwaalah adalah lawan dari muhaadah permusuhan. Maka wali Allah adalah orang yang mendekat dan menolong agama Allah atau orang yang didekati dan ditolong Allah. Definisi ini semakna dengan pengertian wali dalam terminologi Al Qur’an, sebagaimana Allah berfirman, “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Yaitu orang-orang beriman dan selalu bertaqwa.” Yunus 62 – 64Dari ayat tersebut, wali adalah orang yang beriman kepada Allah dan apa yang datang dari-Nya yang termaktub dalam Al Qur’an dan terucap melalui lisan Rosul-Nya, memegang teguh syariatnya lahir dan batin, lalu terus menerus memegangi itu semua dengan dibarengi muroqobah terawasi oleh Allah, kontinyu dengan sifat ketaqwaan dan waspada agar tidak jatuh ke dalam hal-hal yang dimurkai-Nya berupa kelalaian menunaikan wajib dan melakukan hal yang diharomkan Lihat Muqoddimah Karomatul Auliya’, Al-Lalika’i, Dr. Ahmad bin Sa’d Al-Ghomidi, 5/8.Ibnu Katsir rohimahulloh menafsirkan Allah Ta’ala menginformasikan bahwa para wali Allah adalah orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Siapa saja yang bertaqwa maka dia adalah wali Allah Tafsir Ibnu Katsir, 2/384.Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh juga menjelaskan dalam Syarah Riyadhus Shalihin bahwa wali Allah adalah orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Mereka merealisasikan keimanan di hati mereka terhadap semua yang wajib diimani, dan mereka merealisasikan amal sholih pada anggota badan mereka, dengan menjauhi semua hal-hal yang diharamkan seperti meninggalkan kewajiban atau melakukan perkara yang harom. Mereka mengumpulkan pada diri mereka kebaikan batin dengan keimanan dan kebaikan lahir dengan ketaqwaan, merekalah wali Allah Adalah yang Beriman Kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa SallamSyaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya yang berjudul Al Furqon Baina Auliya’ir Rohman wa Auliya’us Syaithon hlm. 34 mengatakan “Wali Allah hanyalah orang yang beriman kepada Rasulullah ShallAllahu alaihi wa sallam, beriman dengan apa yang dibawanya, dan mengikuti secara lahir dan batin. Barangsiapa yang mengaku mencintai Allah dan wali-Nya, namun tidak mengikuti beliau maka tidak termasuk wali Allah bahkan jika dia menyelisihinya maka termasuk musuh Allah dan wali setan. Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’.” Ali Imron 31Hasan Al Bashri berkata “Suatu kaum mengklaim mencintai Allah, lantas Allah turunkan ayat ini sebagai ujian bagi mereka”.Allah sungguh telah menjelaskan dalam ayat tersebut, barangsiapa yang mengikuti Rasulullah ShollAllahu alaihi wa sallam maka Allah akan mencintainya. Namun siapa yang mengklaim mencintai-Nya tapi tidak mengikuti beliau ShallAllahu alaihi wa sallam maka tidak termasuk wali Allah. Walaupun banyak orang menyangka dirinya atau selainnya sebagai wali Allah, tetapi kenyataannya mereka bukan uraian di atas, terlihat bahwa cakupan definisi wali ini begitu luas, mencakup setiap orang yang memiliki keimanan dan ketaqwaan. Maka wali Allah yang paling utama adalah para nabi. Para nabi yang paling utama adalah para rasul. Para Rasul yang paling utama adalah ulul azmi. Sedang ulul azmi yang paling utama adalah Nabi kita Muhammad ShallAllahu alaihi wa sangat salah suatu pemahaman yang berkembang di masyarakat kita saat ini, bahwa wali itu hanya monopoli orang-orang tertentu, semisal ulama, kyai, apalagi hanya terbatas pada orang yang memiliki ilmu yang aneh-aneh dan sampai pada orang yang meninggalkan kewajiban syari’at yang dibebankan padanya. Wallahu a’lam.Disarikan dari Majalah Al Furqon dengan sedikit tambahanBaca Juga Salah Kaprah Mengenai Wali dan Karomah***Penulis Abu Isma’il Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Jakarta - Wali songo memegang peranan penting dalam proses Islamisasi di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Penyebaran agama Islam di Jawa tersebut terjadi saat keruntuhan Kerajaan Majapahit yang disusul dengan berdirinya Kerajaan itu, wali songo sebagai ulama penyebar agama Islam memiliki wilayah penyebaran masing-masing berikut dengan bukti dakwahnya. Secara bahasa, wali songo memiliki makna seseorang yang telah mencapai derajat tinggi dan memiliki pengetahuan agama yang luar biasa."Wali songo secara sederhana artinya sembilan orang yang telah mencapai tingkat wali, suatu derajat tingkat tinggi yang mampu mengawal babahan hawa sanga mengawal sembilan lubang dalam diri manusia, sehingga memiliki peringkat wali," tulis Drs. Imam Subchi, MA dalam buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah Kelas wali biasanya disesuaikan dengan tempat tinggalnya. Adapun daftar nama-nama wali songo beserta nama asli dan daerah penyebaran ajarannya adalah sebagai Maulana MaghribiNama aslinya adalah Maulana Malik Ibrahim. Diperkirakan lahir di Uzbekistan, Asia Tengah. Daerah yang ditujunya pertama kali yakni Desa Sembalo, desa yang masih berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Desa Sembalo sekarang adalah daerah Leran, Kecamatan Manyar, 9 kilometer utara Kota membangun pondokan tempat belajar agama di Leran, ia wafat pada tahun 1419. Makamnya terdapat di kelurahan Gapurosukolilo, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Sunan AmpelSemula bernama Raden Rahmat dan merupakan putra dari Syekh Maulana Malik Ibrahim. Sunan Ampel datang ke Pulau Jawa pada tahun 1443 M bersama adiknya Sayid Ali Ampel diambil dari daerah bernama Ampel Denta, daerah rawa yang dihadiahkan raja Majapahit kepadanya. Di tempat inilah, ia memulai aktivitasnya mendirikan pesantren Ampel Denta, dekat dengan Surabaya. Ia wafat pada tahun 1491 M dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Sunan BonangSunan Bonang adalah anak dari Sunan Ampel atau cucu dari Maulana Malik Ibrahim. Nama kecilnya adalah Raden Makdum Ibrahim. Mulanya, ia berdakwah di Kediri yang mayoritas penduduknya beragama menetap di Desa Bonang, Lasem, Jawa Tengah. Di sana, Sunan Bonang mendirikan pesantren yang dikenal sebagai Watu Layar. Ia kemudian wafat pada tahun 1525 M dan dimakamkan di Tuban, sebelah barat Masjid Sunan DrajatNama asli Sunan Drajat adalah Raden Syarifuddin. Beberapa sumber sejarah menyebutkan bahwa ia adalah putra dari Sunan Ampel. Ia berdakwah ke sebuah desa bernama Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Kemudian, mendirikan mushola atau surau yang dimanfaatkan sebagai tempat Sunan GiriWali songo selanjutnya adalah sahabat dari Makhdum Ibrahim yang semula bernama Raden Paku. Sunan Giri memilih sebuah tempat yang letaknya di bukit sebelah selatan Kota Gresik, yaitu bukit Giri pada tahun 1481 M sebagai pusat berdakwah di Jawa ia mendirikan sebuah pondok pesantren dengan nama Pesantren Sunan KalijagaIa merupakan tokoh wali songo yang paling terkenal di antara sembilan wali lainnya. Nama kecilnya adalah Jaka Said dan diyakini lahir pada 1401. Daerah tempat berdakwahnya tidak terbatas karena ia merupakan seorang mubalig Sunan Kalijaga lama menetap di Kadilangu, Demak. Di sana, ia berperan aktif dalam pendirian Masjid Agung Demak dan menentukan kiblat agar sesuai dengan arah Ka' Sunan KudusMemiliki nama asli Ja'far Shodiq. Tidak ada bukti tahun berapa Sunan Kudus tiba di Kudus pertama kali, namun saat itu wilayah Kudus masih dikenal dengan nama Kota itu, Kudus masih didominasi oleh penganut agama Hindu dan Budha. Sebab itulah, Sunan Kudus menerapkan strategi dakwah dengan menghargai adat istiadat yang lama dianut warga sekitar. Bentuk masjid yang dibangun juga tidak berbeda jauh bentuknya dari candi milik orang Sunan MuriaNama kecilnya adalah Raden Prawoto. Ia adalah putra dari Sunan Kalijaga. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria, yang berjarak sekitar 18 kilometer ke utara Kota berdakwahnya berbeda dengan sang ayah. Ia lebih memilih daerah yang sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam. Ia menyebarkannya lewat para pedagang, nelayan, pelaut, dan rakyat Sunan GunungjatiMulanya bernama Syarif Hidayatullah. Ia mendapat tugas untuk berdakwah di daerah Cirebon. Di sana, Sunan Gunungjati mendirikan kerajaan Cirebon dan melepaskan diri dari pengaruh ini membuat Sunan Gunungjati menjadi satu-satunya wali songo yang juga memiliki kedudukan sebagai wali songo dalam menyebarkan agama Islam, bukan serta merta tanpa melalui proses yang panjang. Tentunya dilalui dengan peleburan diri mereka dengan budaya dan karakter masyarakat dengan memahami nama-nama wali songo berikut dengan sekilas informasi dakwahnya dapat menambah wawasan kita ya, detikers. Selamat membaca! Simak Video "Kartini, Islam dan Hadiah Pernikahan Tafsir Al-Qur'an" [GambasVideo 20detik] rah/erd Misteri Galih Gumelar - Berikut adalah Daftar Nama dan Alamat Ziarah Wali Aceh Syekh Abdul Rouf Lekal - Samudra Pasai, Pasai, Aceh Malikul Dhohir - Perlak Aceh Al Malikul Saleh - Samudra Pasai, Aceh Pasai Teuku Umar - Meulaboh Aceh Besar Teuku Cik Di Tiro - Takengon Aceh Besar Sultan Alaiddin Syah Perlak Tengku Chik Tanoh Abe Al Baghdadi di Aceh Besar Syekh Muda Waly Al Khalidy di Labuhan Haji Aceh Selatan Tuanku Peulumat Masyhur Keramat di daerah Labuhan Haji Aceh Selatan Abu Ibrahim Wayla Waliyullah Keramat di Woyla Melaboh Ratu Nahrisyah di Samudera Pasai Tengku Sa'di Guru Sunan Gunung Jati di Samudera Pasai Bali Mbah Singaraja - Singaraja Pangeran Mas Sepuh Raden Amangkuningrat - Keramat Pantai Seseh Dewi Khodijah Ratu Ayu Anak Agung Rai - Keramat Pamecutan Jalan Batu Karu Pamecutan Pangeran Sosrodiningrat Senopati - Ubung Dekat terminal bus Denpasar Habib Umar bin Yusuf Al Maghribi - Tabanan Keramat di Bukit Bedugul Habib Ali bin Abu Bakar Al Hamid - Kelungkung Dawah, Kusamba Maulana Yusuf Al Baghdi Al Maghribi - Karangasem Bebandem, Bungaya Ali bin Zaenal Abidin Al Idrus - Karangasem Bebandem, Bungaya Balikpapan Mbah Syarifah Alias Mbah Pulau Tukung - Depan Pelabuhan Semayang Bandung Sumur Bandung - Kota Cikapungdung Gunung Cibuni - Cibuni Bandung Banjarmasin Sayid Ali Al-Haddad Banten Syaikh Maulana Manshuruddin - Cikaduen Pandeglang Syaikh Asnawi - Labuan Ciwaringin Pandeglang Mbah Dimyati - Pandeglang Sultan Hasanuddin - Kasemen Serang Syaikh Yusuh bin Hasanuddin - Kasemen Serang Syaikh Muhyi - Panjalu Banyuwangi Datuk Ibrahim - Lateng Alas Purwo Muncar Datuk Abdurrohim - Banyuwangi Sayid Ahmad - Lateng Mbah Abdurrohman - Lateng Habib Hadi Al-Hadad - Ketapang Syaikh Dahlan - Kesilir Syaikh Muhyiddin - Blok Agung Mbah Wali Marhasan - Sumber Kepuh Kyai Thohir - Banyuwangi Kyai Iskandar - Banyuwangi Mbah Abdul Manan - Berasan Datuk Abdul Rohim - Banyuwangi Syaikh Mukhtar Syafaat Abdul Ghofur - Blok Agung Batam Datuk Abdulloh - Batam Batang Ki Ageng Gringsing - Gringsing Bekasi Mbah Toyyib - Kampungutan Habib Usman bin Yahya - Pondok Rangon CMIIVV Blitar Mbah Dimyati - Wlingi Presiden Soekarno - Blitar Kota Mbah Kyai Kholil - Nggembongan Mbah Kyai Abd. Ghofur - Mantenan Mbah Kyai Ahya' - Srengat, Kunir Mbah Imam Hambali bin Ahmad - Cemandi, Kunir Bogor Habib Alwi Al Attas - Empang Bojonegoro Mbah Hamid M. Minak Lelono Padangan Brebes Mbah Ruby - Klampok Losari Cianjur Ario Wiratnudatar - Cikundul W. Cikalong Cilegon Gunung Santri - Banjarnegara Cirebon Sunan Gunung Jati Raden Syarif Hidayatulloh - Astana Gunungjati Syeh Megelung - Karangkendal Syaikh Datul Kahfi - Astana Gunung Jati Mbah Imam Hanafi - Astana Gunung Jati Demak Sunan Kalijaga Raden Syahid - Kadilangu Kota Raden Fatah - Bintoro Kota Mbah Kyai Abdul Hadi - Giri Kusumo Mranggen Depok Pejuang Islam Ratu Pembayun Putri Panembahan Senopati Mataram di Tapos Depok Utari Sandijayaningsih Pembunuh Jendral JP Coen di tahun 1629, makamnya di Tapos Depok, beliau adakah cucu dari Roro Pembayun muridnya Pangeran Benawa Joko Tingkir Garut R. Kian Santang - Suci Godog Garut Pangeran Papak - Garut Gresik Sunan Gresik Syaikh Maulana Malik Ibrahim - Jl. Malik Ibrahim Kota Gresik Sunan Giri Raden Ainul Yaqin - Giri Kebomas Sunan Prapen - Klangenan Kebomas Gua Sunan Kalijaga - Gua Surowiti Panceng Habib Abu Bakar - Jl. Kauman Gresik Kota Nyai Siti Fatimah - Leran Manyar Sunan Prapen - Klangonan Kebomas Grobogan Kyai Ageng Selo Mbah Kholil - Grobogan Purwodadi Indramayu Ki Buyut Tambi - Tambi Jatibarang Jakarta Habib Ali Al Habsy Habib Kwitang - Perempatan Senen, Kwitang Jakarta Pusat Al-Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad Habib Kuncung - Jl. Rajawali I Pasar Minggu Jakarta Selatan Pangeran Jayakarta - Pulogadung Klender Jakarta Timur Pangeran Jayakarta - Jl. Jatinegara Kaum Jatinegara Jakarta Timur Habib Husain - Luarbatang Pasar ikan Jakarta Utara Habib Hasan bin Muhammad Al Hadad Mbah Priok - Koja, Terminal Peti Kemas Tanjung Priok Jakarta Utara Habib Husein bin Abubakar Alaydrus - Jl. Luar Batang V Penjaringan Jakarta Utara Uraian selengkapnya Ziarah Makam Wali di Jakarta Jember Kyai Abdul Aziz - Tempurejo Mbah Kyai Siddiq - Condro Habib Sholeh bin Muhsin - Tanggul Jepara Sultan Hadirin, Ratu Kalinyamat dan Sunan Jepara Raden Abdul Jalil - Mantingan Kota Jepara Mbah Dimyati Syukri - Demeling Mlonggo Makam Citrosomo - Makam Para Adipati/Bupati yang pernah memimpin Jepara. Terdapat makam keluarga besar Kartini dan makam Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegaf - Desa Sendang Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara. Syekh Siti Jenar - Desa Kelet Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Syekh Jafar Sodiq Al Idrus Yek Nde - Jl. Goa Kencana Desa Kriyan Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara. Mbah Roboyo - Desa Robayan Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara Datuk Gunardi - Desa Singorojo Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara Habib Ali - Desa Pelemkerep Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara Ronggo Kusumo - Desa Manyargading Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara Syekh Abu Bakar Bin Yahya - Pulau Panjang Kabupaten Jepara Pangeran Syarif dan Mbah Jenggolo - Desa Saripan Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara Mbah Sabilan Abdur Rahman - Kelurahan Demaan Jepara. Mbah Datuk Kramat - Dekat Pasar Apung Kelurahan Demaan Jepara. Ratu Bagus - Kelurahan Karang Kebagusan Jepara Kyai Shobiburrohman Mbah Shobib dan H. Anwar Bin Kadam - Desa Menganti Kecamatan Kedung Jepara. Mbah Mangun Sejati - Desa Bugel belakang Masjid Bugel Kecamatan Kedung Jepara. Ki Gede - Pinggir kiri jalan raya Bangsri - Kembang Kyai Ahmad Fauzan dan Kyai Amin Sholeh - Kecamatan Bangsri Jepara. Syekh Amir Hasan Sunan Nyamplungan - Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara Mbah Sunan Pakis Aji Habib Abdurrahman Al Idrus - Desa Potroyudan Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara Syekh Habib Hasan bin Ibrahim Al Hasni - Desa Kuwasen Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara. Kyai Nawawi dan Kyai Ibnu Sahil Nawawi Mbah Sahil - Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo Jepara. Sayyid Ahmad Ali Kosim - Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo Jepara. Jombang Mbah As'ari - Mojoagung Jombang Mbah Mursidin - Mojoagung Jombang Mbah Alif - Mojoagung Jombang Sayyid Sulaiman bin Dawud - Betek Mojoagung Jombang Mbah Damanhuri Betek - Betek Mojoagung Jombang Sunan Ngudung - Mojoagung Jombang Mbah Kyai Romli Tamim - Peterongan Jombang Kyai Hasyim Asy'ari - Tebuireng Jombang KH. Abdurrahman Wahid Adhakil Gus Dur - Tebuireng Jombang Mbah Kyai Amin - Bareng Jombang Kalimantan Abu Musa Al Banjari - Kuantan Martapura Kalimantan Selatan Kediri Syaikh Maulana Abdul Qodir Khoiri bin Isma'il Iskandariyah - Tambak Ngadi Mojo Syaikh Maulana Abdulloh Sholih Istambul - Tambak Ngadi Mojo Syaikh Muhammad Hirman Arruman - Tambak Ngadi Mojo KH. Anis Ibrohim - Tambak Ngadi Mojo KH. Ahmad Siddiq - Tambak Ngadi Mojo Kyai Bani Askar - Tambak Ngadi Mojo KH. Hamim Djazuli - Tambak Ngadi Mojo KH. Imam Thoha - Tambak Ngadi Mojo KH. Yasin Yusuf - Tambak Ngadi Mojo Kyai Ma'ruf Alhafidh - Tambak Ngadi Mojo KH. Muslim Manan - Tambak Ngadi Mojo KH. Rohmad Zuber - Tambak Ngadi Mojo M. Asmun'i - Tambak Ngadi Mojo Nyai Hj. Mardliyah - Tambak Ngadi Mojo Mbah Kyai Imam Nawawi - Tambak Ngadi Mojo Mbah Kyai Imam As'ari - Tambak Ngadi Mojo Mbah Kyai Abdulloh Mun'im - Kemayan Mojo Mbah Kyai Abd. Basyir - Kemayan Mojo Mbah Kyai Abd. Hasyim - Kemayan Mojo Habib Moh. Thohir Baabud - Pelem Mojo Mbah Kyai Yahya - Baran Mojo Mbah Kyai Imam Maki - Karangkates Mojo Mbah Kyai Jazuli Usman - Ploso Mojo Mbah Kyai Abdul Jalil Joyo Ulomo - Mojo Mbah Kyai Abd. Jamal - Batokan Mojo Mbah Mukhtar Abd. Hamid - Randulawang Mbah Kyai Ma'sum - Randulawang Mbah Kyai Abu Bakar - Bandarkidul Mbah Kyai Mundir Bahri - Bandarkidul Mbah Kyai Ali Ma'lum - Bandar Mlati Mbah Kyai Abd. Majid - Kedunglo Mbah Kyai Ma'ruf - Kedunglo Mbah Kyai Marzuqi - Lirboyo Mbah Kyai Mahrus Ali - Lirboyo Mbah Kyai Abd Manaf Karim - Lirboyo Mbah Kyai Ya'qub - Lirboyo Mbah Sulaiman Washil - Setonogedong Mbah Jumadilkubro - Mbetek R. Syarifuddin Mangkuyudo - Mbetek Jakfar Umaiyah Darmoyudo - Mbetek Mbah Abdul Qodir - Setonogedong Mbah Kyai Ageng Abdulloh Mursyad - Mrican Setonolandean Mbah Kyai Dahlan - Mutih Mbah Nyai Ujang Sholih - Mutih Mbah Kyai Ihsan Nawawi bin Dahlan - Jampes Mutih Gus Baji - Mutih Mbah Kyai Abdulloh Umar - Sumberdringo Mbah Kyai Badrussholih - Purwoasri Kyai Zamroji - Kencong Pare Kendal Sunan Katong - Kaliwungu Sunan Bromo di Bebengan Kecamatan Boja Kabupaten Kendal Kyai Mandurorejo Bupati Pekalongan I Protomulyo Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal Wali Gembyang di Patukangan Kota Kendal Wali Joko di Komplek Masjid Agung Kendal Wali Hadi di Komplek Masjid Agung Kendal Pangeran Djoeminah di Kaliwungu Tumenggung Mertowijoyo Bupati Kendal VIII / Kyai Kendil Wesi di Sukolilan Patebon Kendal Sunan Abinowo di Pekuncen Pegandon Kyai Asy'ari di Kaliwungu Petilasan Krapyak di Jatirejo Ngampel Kendal Pengeran Benowo di Pekuncen Pegandon Kendal Kerawang Syaikh Qurrotul'ain - Pulau Bata Wuadas Singa Perbangsa - Leran Wuadas Klaten Khoiri Dawud - Sekawetan Tembayat Sunan Bayat Mbah Ihsan Nawawi - Jabalekat Tembayat Kyai Dardiri Raden Ronggo Warsito - Palar Kudus Abu Hasan Syadli - Ngrejenu Dawe Kaliyetno - Ternadi Dawe Sunan Kudus Raden Ja'far Shodiq - Jl. Menara Kudus Kota Sunan Muria Raden Umar Said - Colo/Muria Dawe Mbah Kyai Arwani Amin - Kudus Kota Lamongan Sunan Drajat Raden Qosim - Drajat Paciran Maulana Ishak - Kemantren Paciran Maulana Mansyur - Sendang Duwur Paciran Mbah Deket Sunan Lamongan - Desa Deket Kecamatan Deket Mbah Lamong Rangga Hadi - kota Lamongan Sunan Sendang Duwur Raden Nur Rahmat - Desa Sendang Duwur Kecamatan Paciran Pangeran Sedamargi - Mantup Panembahan Agung Singodipuro - Dusun Badu, Desa Wanar Kecamatan Pucuk Mbah Barang - Baturono Karangbinangun Makam Santri di Tenggulun Paciran Lampung Raden Intan - Kalianda Lampung Selatan Ratu Darah Putih - Penengahan Lampung Selatan Haji A. Bakar - Suteng Teluk Betung Lampung Selatan Haji Subana - Suteng Teluk Betung Lampung Selatan Syekh Ahmad Hasanudin - Kaki Gunung Rajabasa Kalianda Lampung Selatan KH. Gholib - Tanggamus Lampung Selatan Gajah Mada - Kota Gajah Lampung Tengah Tubagus Ali Menggala - Tulang Bawang Lampung Utara Lombok Makam Batu Layar Makam Loang Baloq Makam Selaparang Makam di Masjid Kuno Bayan Beleq Makam Keramat Cemare Makam Wali Nyatog Uraian selengkapnya Ziarah Makam Di Lombok Madiun Mbah Anom Besyari - Grabahan Kuncen Caruban Mbah Abiyoso - Pertapaan Ngukiran Awangrejo Caruban Mbah Bagus Harun Syaikh Basyariyyah - Sewulan Mbah Kanjeng bin Oemar - Banjarsari Syaikh Abdurrohman/Syaikh Abdulloh - Slambur Geger Syaikh Ahmad bin Muhammad - Jati Lawang Dolopo Kyai M. Thohir Besyari - Kepuhbeluk Kebonsari Syaikh Zainal Abidin - Jogodayuh Geger Kyai Munirul Ikhwan - Kembangsawit Kebonsari Mbah Chudlori - Setemon Kebonsari Mbah Ali Rohmad - Rejosari Kebonsari Madura Mbah Basaniyah - Batu Ampar Mbah Abu Syamsudin - Batu Ampar Kyai Ahmad Joko Tole - Sumenep Mbah Kyai Kholil - Bangkalan Sayyid Yusuf - Sumenep Sayyid Abdurrohman - Madura Sayyid Syarifuddin - Bujuksara Bangkalan Syarifah Ambami - Bangkalan Sunan Cendana Sayyid Zainal Abidin - Kwanyar Sumenep Syaikh Muhlis - Batu Ampar Sayyid Usman - Pajegan Tamberu Pamekasan Uraian selengkapnya Ziarah Wali Di Madura Magelang Syaikh Subakir - Puncak Gunung Tidar Mbah Jogoreso - Muntilan Syaikh Subakir - Tidar Mbah Hasan As'ari - Mangli Mbah Kyai Dalhar - Watucongol Mbah Raden Santri - Gunung Pring Mbah Ma'sum - Salaman Mbah Kyai Abd. Hamid - Kajoran Magetan Mbah Baidlowi - Gunung Bancak Giri Purno Malang Mbah Dulngadim Baidowi - Ngantang Kyai Zakaria Mbah Njugo - Gunung Kawi Mbah Imam Sujono - Gunung Kawi Ki Ageng Gribig - Madyopuro Malang Mbah Mbatu Bumiaji - Batu Malang KH. Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam - Sananrejo Turen Mojokerto Makam Troloyo Desa Sentono Rejo Kecamatan Trowulan Mojokerto Mojoagung Sayyid Sulaiman Basyaiban Nganjuk Syaikh Kyai Ageng Aliman Muhyiddin Fatah - Ngliman Sawahan Mbah Fatkhur Rohman - Poleng Brebek Mbah Mahfud Khoiri - Ampel Ngliman Mbah Nur Kholifah - Sitores Sawahan Amir Mahmud - Ngliman Sayyid Abu Khoiri - Patihan Rowo Sawahan Kyai Mustajab - Grompol Prambon Mbah Kyai Zaenuddin - Mojosari Syaikh Sulukhi - Wilangan Mbah Kyai Hakim - Sekar Putih Ngawi Syekh Maulana Muhammad Al-Misri - Gerih Kedungrejo I, Guyung, Ngawi Syekh Maulana Sahid Al-Mukti - Gerih Kedungrejo I, Guyung, Ngawi Syekh Maulana Sahid Al-Bakir - Gerih Kedungrejo I, Guyung, Ngawi Syekh Maulana Al-Ngalawi - Gerih Kedungrejo I, Guyung, Ngawi Syekh Maulana Ahmad Muhammad - Gerih Kedungrejo I, Guyung, Ngawi KH. Muhammad Nursalim - Benteng Pendem Van Den Bosh Pacitan Mbah Mughofar - Manten Palembang Habib Abdurrahman bin Husin bin Hasan Maula Taqoh Al-Idrus - Pemakaman Tanah Tengkurep Habib Muhammad Bin Yusuf Al Angkawi - Pemakaman Tanah Tengkurep Habib Myuhammad bin Ali AL Haddad Datuk Murni Al Haddad - Pemakaman Tanah Tengkurep Al Habib Aqil bin Alwi - Pemakaman Tanah Tengkurep Habib Abdullah bin Aqil Al Mandihij - Pemakaman Tanah Tengkurep Hubabah Syai Nisa Binti Abdullah Al Mandihij - Pemakaman Tanah Tengkurep Habib Muhammad bin Ahmad Al Habsyi - Pemakaman Tanah Tengkurep Habib Ibrahim bin Zain bin Yahya - Pemakaman Kambang Koci Raden Ayu Aisyah Binti Sultan Mahmud Badarruddin I - Pemakaman Kambang Koci Habib Abdurrahman bin Hasan Al Habsyi - Pemakaman Kambang Koci Habib Abdurrahman bin Hasan Al Aidarus - Pemakaman Kambang Koci Habib Syech bin Hasan Al Aidarus Kyai Geding - Pemakaman Kambang Koci Habib Syech bin Ahmad bin Shahabudin - Pemakaman Kambang Koci Habib Alwi bin Ahmad Al Kaf - Pemakaman Kambang Koci Habib Muhammad bin Abdurrahman Al Munawar - Pemakaman Kambang Koci Habib Ali bin Abdurrahman Al Munawwar - Pemakaman Kambang Koci Habib Abdullah bin Salim Al Kaf - Pemakaman Kambang Koci Habib Syech bin Alwi Al Kaf - Pemakaman Kambang Koci Habib Sulaiman bin Abdullah Al Khirid - Pemakaman Kambang Koci Sayyid Umar bin Ali Al Junaid - Pemakaman Kambang Koci Habib Abdullah bin Ali Al Kaf - Pemakaman Kambang Koci Sayyid Ali Mangku Kusobo - Pemakaman Kambang Koci Sayyid Al Allamah Abdurrahman Jaya Wijaya - Pemakaman Kambang Koci Pasuruan Mbah Abdul Hamid - Jl. Abdul Hamid Pasuruan Kota Sayid Arif - Segoropuro Habib Ja'far bin Syaikhon Assegaf - Pasuruan Sayyid Sanusi - Pasuruan Syaikh Hasan Bashri - Pasuruan Pati Syaikh Ahmad Mutamakin - Kajen Margoyoso Syaikh Jangkung - Landoh Kayen Sunan Prawoto - Sukolilo Prawoto Mbah Kyai Ronggo Kusumo - Ngemplak Margoyoso Kyai Ageng Giringan - Pundenrejo Tayu Kyai Sholeh Amin - Tayu Habib Alwy Ahmad Ba'alawy - Pungel Habib Mahdum Al-Athos Pati Habib Abdurrohman Ba'alawy - Banyutowo Dukuh Seti Pati Pekalongan Habib Ahmad - Sapuro Kota Pemalang Mbah Haji Nur Asnawi - Muga Bating Walang Songo Kyai Ahmad M. Abdulloh - Muga Bating Walang Songo Ponorogo Bethoro Katong - Ponorogo Mbah Kyai Ageng Mohammad Hasan Besyari - Tegalsari Jetis Mbah Hasan Anom - Jetis Mbah Kyai Zarkasi - Gontor Mbah Kyai Sahal - Gontor Probolinggo Mbah Nur Hasan - Genggong Purwodadi Joko Tarub - Tarub Ngantru Ki Ageng Selo - Selo Ngantru Mbah Ganjur Siroyuddin - Nggubuk Purwokerto Syekh Mahdum Ali - Ranji Kebumen Syekh Abdul Malik Purbalingga Mbah Wali Perkasa di Desa Pekiringan, Kec. Karangmoncol Rembang Mbah Imam - Setumbun Sarang Sayid Hamzah - Nglapan Sedan Mbah Imam - Setubun Sarang Mbah Sambu Dekto - Lasem Mbah Kyai Ma'sum - Lasem Mbah Abdurrohman Basaiwan - Lasem Semarang Mbah Sholeh - Gunung Berguto Sunan Katong - Kali Wungu Kendal Mbah Musyafak - Kali Wungu Kendal Mbah Sholeh Darat - Bergoto Pajang Kota Semarang Serang Tabib Dawud - Warungkondang Sidoarjo KH. Ali Mas'ud Gus Uet - Pagerwojo Mbah Muntoho bin Zarkasi - Krian Dewi Sekardadu Sayyid Ibrahim Al Jaelani Mbah Jenggot dan Mbah Bongoh - Bungurasih Dalam / Tengah, Waru Sayyid Hasan Madinah Putra Sayyid Arief Segoropuro, Keponakan Sayyid Sulaiman, saudara kandung dari Sayyid Ali Akbar - Bohar, Sepanjang Solo Kyai Syarif - Kedung Gudel Kenep Mbah Hadi Wijoyo Joko Tingkir - Pajang Ki Ageng Anis - Lawean Haji Sirod - Pajang Sragen Pangeran Samodro - Gunung Kemukus Sumber Lawang Subang R. Wanayasa Manganti - Sukamandi Subang Sumatra Syekh Burhanudin - Padang Panjang Pariaman Sumatra Barat Syekh Ibrahim Al Khalidi - Kumpulan Bonjol Sumatra Barat Sumenep Syaikh Yusuf - Raasa Kali Anget Tlangu Joko Tole - Saasa Tlangu Surabaya Sunan Ampel Raden Rohmatulloh - Ampel Semampir Mbah Sonhaji - Ampel Semampir Mbah Sholeh - Ampel Semampir Sunan Bungkul - Darmo Wonokromo Sayyid Mansyur - Pasar Turi Kyai Djazuli bin Mursad - Pasar Turi Abu Hasan - Menanggal Maulana A. bin Karimah - Kembang Kuning Sunan Boto Putih - Surabaya Surakarta Hadi Wijoyo - Pajang Lawean Tasikmalaya Syekh Ahmad - Patroman Pangandaran Mbah Abdul Muhyiddin - Saparwadi Pamijahan Syeikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad Abah Sepuh Syeikh Ahmad Sohibul Wafa Ta'jul Arifin Abah Anom Tegal Raden Purabaya - Kramat Trenggalek Mbah Badowi - Gunung Cilik Durenan Mbah Begawan Turesmi - Santren Mbah Abd. Hamid - Ngantru Mbah Mas'ut Barean - Panggul Mbah Boedowi Hudoyono - Gunung Cilik Nggador Mbah Yahudo - Nglorok Pacitan Trenggalek Mbah Mesir - Semarum Durenan Mbah Nur Muzdalifah - Santren Mbah Nur Kholifah - Sumber Karangan Kyai Ahmad Yunus - Gunung Cilik Kamulan Tuban Sunan Bonang Raden Makhdum Ibrohim - Kutorejo Kota Tuban Syaih Abdul Jabar - Nglirip Singgahan Sunan Geseng - Gesing Semanding Syaikh Ibrohim Asmoroqondi - Gesik Harjo Palang Mbah Mahmudin As'ari - Bejagung Semanding Mbah Abdul Jabbar - Nglirip Singgahan Mbah Punjul - Nglepon Jatirogo Tulungagung Kyai Abd. Fatah Hasan Tholabi - Mk. Mangunsari Mbah Noeryahman - Mk. Bakalan Mbah Doel 'Adhim - Botoran Mbah Manshur Tsani - Tawangsari Kyai Moh. Syarif - Majan Mbah Hasan Mimbar - Majan Mbah Langkir - Winong Mbah Khusen - Mk. Kedung Singkal Mbah Hasan Ahmad Joyo Diningrat - Ngadirogo Sumber Gempol Mbah Kyai Ageng Patmo Dilogo - Ngadirogo Sumber Gempol Mbah Kyai Ageng Mohammad Mesir - Ngadirogo Sumber Gempol Habib Ahmad bin Salim Al-Muhdhor - Sumber Gempol Mbah Maddhali - Tawangsari Mbah Abdul Aziz bin Taruno - Sumur Warak Ngunut Mbah Sholeh Faruq / Mbah Wironadi - Ngunut Mbah Basyaruddin - Kalangbret Srigading Mbah Mansoer - Bancaan Mojosari Kalangbret Kyai Abd. Hamid bin Ahmad - Sumput B. Rejo Mbah Ghozali - Kauman Kalangbret Mbah Mustaham - Bancaan Kalangbret Imam Hambali bin Rohmad - Karangwaru Mbah Kyai Mustaqim - Kauman Mbah Hasan Mimbar - Kauman Karangbret Sunan Kuning / Imam Hanafi / Zainal Abidin - Macan Bang Gondang Mbah Abu Sujak - Cepean Sembung Mbah Hasan Anom As'ari - Kali Turi Mbah Jauhari Mahmud - Notorejo Mbah Abdulloh Fatah Surontani - Tanggung Boyolangu Mbah Mundir Madrawi - Campurdarat Mbah Raden Fatah bin Qosim - Bedalem Mbah Toermudi bin Munir - Bedalem Mbah Abu Yusak bin Rokib - Bangunmulyo Pakel KH. Dimyati - Campurdarat Sayyid Mursad - Campurdarat Guru Wali Nurhidayatulloh - Popoh Mbah Mahmud bin Tohir - Bangunmulyo Pakel Abu Hasan bin Rowi - Bangunmulyo Pakel Syaikh Wahyuddin Baidlowi - Pojok Ngantru Mbah Zarkasi bin Mahmud - Gadingan Sembung Mbah Kurdi bin Hudoyono - Tanijayan Bolorejo Mbah Maulana - Klampisan Gondang Mbah Hasan Anom - Keboireng Besuki Mbah Syarqowi / Mbah Witono - Ngujang Tulungagung Mbah Santri Tulungagung Tapanuli Syekh Mahmud di Makam Papan Tinggi Makam Mahligai Dengan 215 Makam Makam Syaikh Abdul Gani Harahap Makam Kramat Jiret Mertuah Uraian selengkapnya Ziarah Makam Wali Di Tapanuli Yogyakarta Syeh Maulana Maghribi - Parangtritis Parangkusumo Bantul Sutowijoyo Pangeran Senopati - Kota Gede Sujono HB. Awal - Imogiri Mbah Jemadikubro - Gunung Dorgo Kali Urang Sultan Agung - Imogiri Syeikh Ahmad Al-Maghrobi - Jati Anom Mbah Kyai Ashari - Lempuyangan Mbah Kyai Munawir - Krapyak Mbah Nuriman - Mlangi Kyai Ahmad Dardiri - Lempuyangan Mohon isi di kolom komentar apabila masih ada waliyullah yang belum tercantum dalam daftar tersebut di atas. Sumber berbagai sumber

daftar nama wali allah di indonesia